Uncategorized

Keutamaan Shalat Lima Waktu, Penghapus Dosa Setiap Hari

Setiap hari kita tidak lepas dari dosa, baik yang disadari maupun yang luput dari perhatian. Namun, Allah Ta’ala memberikan sarana yang luar biasa untuk membersihkannya, yaitu shalat lima waktu yang dikerjakan dengan benar. Dalam hadis-hadis berikut, Rasulullah ﷺ menggambarkan shalat seperti mandi lima kali sehari yang menghilangkan seluruh kotoran dari tubuh. 

Riyadhus Sholihin karya Imam Nawawi – Bab 187: Keutamaan Shalat

Shalat itu Mencegah dari Perbuatan Keji dan Mungkar

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَاءِ وَٱلْمُنكَرِ

Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.” (QS. Al-‘Ankabut: 45)

Pelajaran dari Ayat

1. Shalat yang benar-benar dapat mencegah seseorang dari perbuatan keji dan mungkar adalah shalat yang ditegakkan dengan sebaik-baiknya, lahir maupun batin, sesuai tuntunan tata cara shalat Nabi ﷺ. Orang yang melaksanakannya menghadirkan hati ketika shalat, lalu menunaikannya dengan menyempurnakan seluruh rukun, syarat, kewajiban, dan sunnah-sunnahnya.

2. Terus-menerus melakukan dosa dan kemungkaran dapat menjadi penyebab seseorang terhalang dari shalat. Sebagaimana shalat mencegah perbuatan keji dan mungkar, demikian pula perbuatan keji dan mungkar dapat menjauhkan seseorang dari shalat, menghilangkan kecintaan terhadapnya, serta mengurangi kenikmatan dalam menunaikannya.

Baca juga: Kapan Shalat Bisa Mencegah dari Perbuatan Keji dan Mungkar?

Hadits 1042 dan 1043: Shalat Lima Waktu Menghapus Dosa

Hadits 1042

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ: «أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهْرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ مِنْهُ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسَ مَرَّاتٍ، هَلْ يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ؟» قَالُوا: لَا يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ، قَالَ: «فَذَلِكَ مَثَلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ، يَمْحُو اللَّهُ بِهِنَّ الْخَطَايَا».

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Bagaimana pendapat kalian jika di depan pintu rumah salah seorang di antara kalian terdapat sebuah sungai, lalu ia mandi di dalamnya lima kali setiap hari, apakah masih tersisa sedikit pun kotoran pada tubuhnya?’”

Para sahabat menjawab, “Tidak akan tersisa sedikit pun kotorannya.”

Beliau bersabda, “Demikianlah perumpamaan shalat lima waktu. Dengan shalat-shalat itu Allah menghapus dosa-dosa.” (Muttafaq ‘alaih).

Hadits 1043

وَعَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «مَثَلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ كَمَثَلِ نَهْرٍ جَارٍ غَمْرٍ عَلَى بَابِ أَحَدِكُمْ، يَغْتَسِلُ مِنْهُ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسَ مَرَّاتٍ».

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda, “Perumpamaan shalat lima waktu adalah seperti sebuah sungai yang mengalir deras di depan pintu salah seorang di antara kalian. Ia mandi di sungai itu lima kali setiap hari.” (HR. Muslim).

Kosakata Hadits

  • غَمْرٌ (ghamr): sungai yang airnya banyak dan melimpah.
  • دَرَنُهُ (daranuhu): kotoran yang melekat pada tubuh; yakni noda dan daki.

Faedah Hadits

1. Shalat lima waktu merupakan sebab dihapuskannya dosa-dosa. Dengan menjaganya secara istiqamah, seorang hamba akan dibersihkan dari dosa-dosa sehingga menjadi suci dan bersih, sebagaimana tubuh yang selalu dibersihkan dengan mandi berulang kali.

2. Memberikan perumpamaan ketika mengajar merupakan metode pendidikan yang sangat efektif. Perumpamaan membuat suatu konsep menjadi lebih mudah dipahami dan lebih kuat tertanam dalam ingatan.

3. Besarnya penghapusan dosa bergantung pada kualitas shalat yang dikerjakan. Semakin sempurna seorang hamba menunaikan shalat sesuai tuntunan syariat dan tata cara shalat Nabi ﷺ, semakin besar pula pahala dan penghapusan dosa yang ia peroleh. Karena itu, setiap muslim hendaknya bersungguh-sungguh mempelajari tata cara shalat Nabi ﷺ agar shalatnya menjadi sebab dihapuskannya berbagai kesalahan dan dosa.

Hadits 1044: Amal Saleh Menghapus Dosa

ــ عَنْ ابن مسعود رضي الله عنه: أنَّ رجُلاً أصَابَ مِن امرأةٍ قُبْلَةً، فأتَىٰ النَّبيَّ صلى الله عليه وسلم، فأخبرَهُ، فأنزلَ الله تعالىٰ: {وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ طَرَفَيِ ٱلنَّهَارِ وَزُلَفا مِّنَ ٱلَّيلِ إِنَّ ٱلحَسَنَٰتِ يُذهِبنَ ٱلسَّيِّ‍َٔاتِ} [هود: 114] فقال الرَّجُلُ: أليَ هذا؟ قَالَ: «لِجَميعِ أمَّتي كُلِّهمْ». متفق عليه.

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, bahwa ada seorang laki-laki yang mencium seorang wanita. Lalu ia datang kepada Nabi ﷺ dan menceritakan perbuatannya. Kemudian Allah Ta’ala menurunkan firman-Nya:

وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ طَرَفَيِ ٱلنَّهَارِ وَزُلَفًا مِّنَ ٱلَّيْلِ ۚ إِنَّ ٱلْحَسَنَٰتِ يُذْهِبْنَ ٱلسَّيِّـَٔاتِ

“Dan laksanakanlah shalat pada kedua tepi siang dan pada bagian-bagian awal malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan.” (QS. Hud: 114)

Laki-laki itu bertanya, “Apakah ayat ini khusus untuk saya?”

Beliau menjawab,

“Untuk seluruh umatku.” (Muttafaq ‘alaih)

Faedah Hadits

  1. Hadis ini menunjukkan besarnya rahmat Allah Ta’ala kepada umat Nabi Muhammad ﷺ. Allah mensyariatkan berbagai amal saleh yang dapat menghapus dosa dan menutupi kesalahan. Segala puji hanya milik Allah, di awal maupun di akhir, lahir maupun batin.
  2. Hukum asal seluruh syariat Islam berlaku umum bagi seluruh umat, kecuali jika ada dalil yang menunjukkan kekhususan bagi seseorang. Seperti firman Allah Ta’ala,

خَالِصَةً لَّكَ مِن دُونِ ٱلْمُؤْمِنِينَ

dan ayat-ayat semisalnya. Oleh karena itu, yang menjadi pegangan adalah keumuman lafaz, bukan kekhususan sebab turunnya.

Hadits 1045: Shalat Lima Waktu dan Jumat Penghapus Dosa

ــ عَنْ أبي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أنَّ رَسُولَ الله صلى الله عليه وسلم قَالَ: «الصَّلوَاتُ الخمْسُ، والجُمُعَةُ إلىٰ الجُمُعَةِ، كفَّارَةٌ لما بينَهُنَّ، مَا لَمْ تُغشَ الكَبَائر». رواه مسلم.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda, “Shalat lima waktu dan shalat Jumat hingga Jumat berikutnya menjadi penghapus dosa di antara keduanya, selama dosa-dosa besar tidak dilakukan.” (HR. Muslim)

Faedah Hadits

  1. Dosa-dosa besar tidak dapat dihapus hanya dengan amal-amal kebajikan secara umum, tetapi harus disertai tobat yang sungguh-sungguh. Adapun dosa-dosa kecil dapat dihapus dengan shalat dan berbagai amal saleh lainnya.
  2. Hadis ini menunjukkan agungnya kedudukan shalat Jumat dan shalat berjamaah, karena keduanya termasuk sebab turunnya rahmat Allah dan penghapus dosa.

Hadits 1046: Shalat Khusyuk Menghapus Dosa

ــ وعن عثمانَ بنِ عفّانَ رضي الله عنه قالَ: سَمِعْتُ رسولَ الله صلى الله عليه وسلم يقول: «ما مِنِ امرئ مُسْلِمٍ تَحْضُرُهُ صَلاةٌ مَكْتُوبَةٌ، فَيُحْسِنُ وُضُوءَهَا وَخُشُوعَهَا وَرُكُوعَهَا، إلَّا كانَت كَفَّارَةً لِمَا قَبْلَهَا مِنَ الذُّنُوبِ، ما لَمْ تُؤْتَ كَبِيرَةٌ، وذلِكَ الدَّهْرَ كُلَّهُ». رواه مسلم.

Dari Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidaklah seorang muslim didatangi waktu shalat wajib, lalu ia menyempurnakan wudhunya, menghadirkan kekhusyukan, dan menyempurnakan rukuknya, melainkan shalat itu menjadi penghapus dosa-dosa yang telah lalu, selama ia tidak melakukan dosa besar. Hal itu berlaku sepanjang masa.” (HR. Muslim)

Faedah Hadits

  1. Menyempurnakan wudhu dan melaksanakan shalat dengan baik merupakan sebab yang sangat besar untuk menghapus dosa-dosa kecil.
  2. Rasulullah ﷺ secara khusus menyebutkan kekhusyukan untuk menunjukkan betapa pentingnya khusyuk dalam shalat. Khusyuk adalah ruh shalat. Allah Ta’ala berfirman:

قَدْ أَفْلَحَ ٱلْمُؤْمِنُونَ ۝ ٱلَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ

Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, yaitu mereka yang khusyuk dalam shalatnya.” (QS. Al-Mu’minun: 1-2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *